This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 22 Oktober 2016

TEKNIK MENGHASILKAN FOTO BOKEH (BLUR BACKGROUND)


1. Gunakan aperture besar.

Bokeh berasal dari lensa bukan dari kamera. Oleh karena itu, hal terpenting yang harus dilakukan adalah setting aperture lensa anda pada bukaan yang besar (terbesar yang diijinkan situasi pemotretan – aperture maksimal). Anda bisa melakukannya dengan menggunakan mode Aperture Priority dan mengubah f kedalam nilai terkecil (putar ring aperture berlawanan arah jarum jam).Baca kembali tentang aperture & depth of field.
Dalam settingan ini secara praktis kita menurunkan depth of field menjadi shallow/dangkal.

2. Kurangi jarak antara kamera dengan obyek foto.

Semakin dekat kita berdiri dari obyek foto, semakin blur background-nya. Semakin dekat obyek foto, fokus lensa juga semakin dekat dan depth of field akan makin menyempit. Cobalah lakukan ini: acungkan jari telunjuk anda didekat gelas yang jauhnya kira-kira 50 cm didepan anda, fokuskan mata anda pada telunjuk, sekarang gerakkan telunjuk tadi mendekat mata anda. Makin dekat telunjuk dengan mata, gelas dibelakangnya akan makin kabur bukan?

3. Jauhkan jarak antara obyek dan background-nya.

Saat anda memotret teman dan ingin menghasilkan bokeh yang bagus, maka semakin jauh teman tadi dari background dibelakangnya, semakin bagus bokeh yang anda dapatkan. Lihatlah foto dibawah ini, daun yang paling dekat kamera masih terlihat tajam. Tapi semakin menjauh dari kamera, semakin kabur. Sementara daun dengan warna hijau dibelakang sana terlihat kabur sekali.
foto bokeh daun

4. Gunakan focal length terpanjang.

Saat anda memakai lensa zoom, gunakan focal length terpanjang untuk makin memisahkan obyek utama dengan background-nya. Sebagai contoh: saat anda menggunakan lensa maut 70–200 mm, set focal length di posisi 200mm untuk menghasilkan bokeh yang bagus. Baca kembali mengenai focal length
Kalau di tas anda tersimpan lensa 300mm, lensa 18–200mm, lensa 14–24mm, pilihlah lensa terpanjang (300mm) kalau tujuan anda menghasilkamn foto bokeh yang maut.

5. Pilih lensa dengan kualitas optik terbaik yang mampu anda beli.

Kualitas bokeh juga sangat dipengaruhi oleh kualitas optik lensa yang kita pakai. Katakanlah anda memilik dua lensa yang focal length maksimalnya sama, contoh: lensa 18–20mm/f5.6 dan lensa 70–200mm/f2.8, karena kualitas optik lensa 70–200mm (biasanya) jauh lebih superior dibandingkan lensa 18–200mm (sehingga harganya juga berlipat-lipat lebih mahal). Maka gunakan lensa 70–200mm tadi, dan sebisa mungkin pakailah di aperture f/2.8. Pastikan anda membaca review sebelum anda membeli lensa.

6. Gunakalensa prime

Karena makin besar aperture makin bagus pula bokehnya, jika anda memiliki lensa prime, pakailah. Lensa prime atau prime lens atau fixed lens, adalah lensa yang memiliki focal length tunggal alias lensa yang tidak bisa di-zoom. Lensa prime biasanya menghasilkan foto bokeh yang sangat bagus karena memilki bukaan aperture yang sangat besar, tipikal lensa prme adalah 50mm f/1.4, 85mm f/1.4 atau varian murahnya 50mm f/1.8 dan 85mm f/1.8. Belajar fotografu banyak membahas mengenai lensa prime,

Tips Fotografi Untuk Pemula

Mayoritas pembaca situs Belajar Fotografi ini adalah mereka yang mengaku sedang mencari tips fotografi untuk pemula, baru saja mengenal dan ingin serius memahami fotografi sebagai hobi atau memang baru saja membeli kamera lantaran ikutan temannya.
Apapun alasannya, kalau anda merasa masih pemula jangan jadikan penghalang. Berikut ini kami kumpulkan beberapa artikel dasar yang semoga bisa membantu dalam memahami konsep dasar fotografi. Bukan berarti selesai membaca artikel-artikel ini anda akan langsung jago memotret, karena kalau ingin berhasil dalam belajar fotografi akan butuh latihan yang cukup dan sikap mental yang pas.

A. Fotografi

Fotografi ( Photography ) berasal dari kata Photo (Cahaya) dan Grafo ( menulis / menggambar ), sehingga dapat diartikan bahwa fotografi adalah suatu teknik menggambar dengan cahaya. Atas dasar tersebut, jelas bahwa cahaya sangat berperan penting dan menjadi sumber utama dalam memperoleh gambar (tanpa cahaya tidak akan ada hasil foto).


B. Kamera SLR

Kamera SLR ( Single Lens Reflex ) atau Kamera D-SLR ( Digital ) merupakan kamera dengan jendela bidik (Viewfinder) yang memberikan gambar sesuai dengan sudut pandang lensa melalui pantulan cermin yang terletak di belakang lensa.   Pada umumnya kamera biasa memiliki tampilan dari jendela bidik yang berbeda dengan sudut pandang lensa  karena jendela bidik tidak berada segaris dengan sudut pandang lensa .

Fotografi berkaitan erat dengan cahaya (jadi untuk menghasilkan sebuah foto diperlukan adanya cahaya, tanpa ada cahaya maka tidak akan ada foto), maka kamera berfungsi untuk mengatur cahaya yang ditangkap image sensor ( sensor gambar pada kamera digital atau film pada kamera konvensional ). Untuk mengatur cahaya, terdapat 2 hal mendasar dalam kamera, yakni Shutter Speed (Kecepatan Rana) dan Aperture (Diafragma).

C. Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa  biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa  jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

MY PHOTOGRAPH BEGIN SHARE

My History ...


     
  Perkenalkan, nama saya " M. Alvin Ilhamsyah " saya lebih akrab dipanggil "Alvin Cay" saya sangat suka dengan berfoto-foto sejak masih kelas 9 SMP . sayapun awalnya belajar memotret menggunakan handphone / smartphone dI kelasnya, hingga seiring berjalannya waktu saya akan memperdalam hobby ini menjadi bakat yang tentunya akan menguntungkan buat saya kedepannya.. 


       Saya mulai memperdalam ilmu fotography waktu kelas 10, pada saat itu saya kebetulan menggunakan hp Samsung Galaxy S4 , hp itu cukup populer di zamannya. Saya awalnya hanya belajar bagaimana mengambil angle / spot photo yang pas untuk menghasilkan moment photo yang cukup berkesan. seiring dengan berjalannya waktu, hobby ini mulai timbul di dalam diri saya dan punya niat ingin lebih memperdalam ilmu photography...


      Setahun setelah itupun, saya naik ke kelas 11. dan mulai mengetahui bagaimana photography yang sesungguhnya, saya awalnya mengambil foto" yang berjenis makro photograph dengan menggunakan kamera hp.

 " Lumia Camera " kebetulan di hp itu ada settingan ; Shutter Speed , ISO, Exposure dan Manual Focus ( Makro) .. sperti menggunakan kamera Pocket hehehe...


      Setelah itu saya punya uang tabungan + punya sdikit rezeki , walawpun tak banyak saya beli tuh kamera prosumer bernama " Fujifilm " semenjak punya kamera itu , hobby saya memuncak.. ga hanya photo makro lagi, tetapi photo landscape , potrait , human interest, Super Makro dll ... hingga menghasilkan karya yang diminati orang .. alhamdulillah ternyata saya mengetahui photography. tidak sia-sia ...



Sample hasil Photography menggunakan " Fujfilm"